Sumber : http://doctorgrow.blogspot.com
Kisah judul di atas adalah kisah kasih sayang seorang Ibu kepada kita, ibu kita sering menyembunyikan deritanya demi kasih sayangnya kepada anaknya yaitu kita semua. Sebenarnya dibalik kasih sayang ibu terbersit kasih sayang Tuhan yang lebih besar lagi.
Kasih sayang ibu sejak dicurahkan semenjak kita lahir dari rahimnya menuju alam yang fana di dunia ini, kemudia diasuh, dirawat dan dihantarkannya kita menemui kehidupan yang sesungguhnya yaitu alam manusia dewasa.
Pernahkan kita memikirkan bagaimana agar kita pasti menjadi anak yang sholeh seistilah Allah SWT, sehingga kita benar-benar pasti membalas semua kebaikan Ibu kita.
Seorang Guru Besar Sufi Prof. Dr Haji Syaidi Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin, M.Sc. telah memberikan suatu nasehat yang luar biasa tentang Ibu kepada muridnya yang dikasihi yaitu Guru Besar Sufi Haji Syaidi Syekh Der Moga Barita Raja Muhammad Syukur.
IBU itu adalah Tuhan Ke-dua yang tidak boleh dilawan semua nasehatnya
Menurut penulis ini adalah nasehat yang luar biasa. Kita sering hanya memuji-muji semua kasih sayang ibu, tapi kita tidak pernah mewujudkan balas kasih sayang kita sebagai anak yang sholeh, yang akan pasti menyelamatkan ibu kita di alam roh.
Padahal disebutkan di hadits “salah satu amalan yang tak pernah putus adalah menjadi anak yang sholeh (harus seistilah ALLAH SWT dan KEKASIHNYA)”. Marilah kita wujudkan balas kasih sayang kita dengan meraih “gelar” anak yang sholeh di dunia ini. Segeralah untuk mencari tahu bagaimana agar kita bisa memastikan diri kita adalah anak yang sholeh dengan seistilah ALLAH SWT dan KEKASIHNYA.
Bagaimanakah agar kita menjadi anak yang sholeh? Silahkan ikuti terus episode Quantum Illahi berikutnya yang akan detil menerangkan bagaimana kita menjadi anak yang sholeh seistilah Allah SWT dan Kekasihnya yaitu dengan teknik tali wasilah.
Jumat, 01 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar